Hadirnya Anda di halaman ini tentu karena ingin mencari tahu tentang apa itu copywriting beserta informasi lain yang masih berkaitan jenis tulisan tersebut. Benar begitu?

Jika Kamu penasaran atau ingin menggali pemahaman copywriting atau penulisan copy secara mendalam, artikel ini akan sedikit mengulas seputar pengertian, jenis, tujuan, hingga contoh penulisan copy yang bagus dan menarik.

Mengenal Apa Itu Copywriting

Mengutip dari laman American Writers and Artist Institute, copywriting adalah proses penulisan materi promosi dan pemasaran persuasif yang mampu membuat para pembaca termotivasi untuk melakukan suatu tindakan (action) tertentu. Seperti tindakan pembelian, memberikan sumbangan, meng-klik tautan, dan sebagainya.

Materi promosi tersebut biasanya mencakup berbagai jenis media baik berupa tulisan, audio, gambar, video, dan media promosi lainnya.

Sampai saat ini, Kamu mungkin masih merasa asing dengan istilah copywriting. Padahal, hampir semua masyarakat modern sudah hidup berdampingan dan bahkan menikmati banyak jenis copywriting seperti iklan TV, majalah, konten di media sosial, billboard di jalanan, spanduk, sampai dengan poster sederhana galangan dana.

Sederhananya, copywriting adalah seni membujuk orang agar mau menuruti kemauan pengiklan/ penulis/ penjual. Untuk bisa membuat orang lain ‘nurut’ itu bukanlah hal yang mudah. Itulah mengapa, penulisan copy tidak bisa dilakukan sembarangan serta perlu proses yang panjang dan juga matang.

Baca Juga: Pentingnya Copy Yang Menarik di Iklan Luar Ruang (DOOH)

Jenis Copywriting

Telah Kamu baca sebelumnya bahwa penulisan copy merupakan kegiatan pembuatan materi promosi guna mengajak calon konsumen atau target audiens untuk melakukan suatu tindakan.

Nah, bentuk-bentuk materi apa saja sih yang biasa dihasilkan oleh copywriting? Jawabannya, tergantung tujuan penulisannya. Umumnya, materi-materi yang dihasilkan dari proses penyusunan copy memiliki intensi tersendiri yang beragam.

Dengan kata lain, setiap jenis copywriting memiliki tujuan pemasaran tersendiri yang ingin penulis gapai. Lalu, apa saja jenis-jenisnya? Berikut penjelasannya:

1. Marketing Copywriting

Jenis penulisan copy ini bertujuan untuk melakukan upaya pemasaran atau beriklan. Anda bisa menemukan banyak format copy marketing seperti spanduk, selebaran, billboard, iklan TV, dan jenis iklan-iklan lainnya. Tujuan copywriting ini adalah untuk menyampaikan informasi penjualan seperti keunggulan, manfaat, atau fungsi dari suatu produk kepada calon konsumen agar termotivasi untuk menggunakan produk tersebut.

2. Direct Response Copy

Biasanya, jenis penulisan copy ini terdapat dalam tombol-tombol klik atau CTA yang berisi suatu ajakan. Entah itu ajakan untuk mendaftar, melihat produk, memasukkan produk ke keranjang, berlangganan newsletter, dan lain-lain. Tujuan copywriting kali ini adalah untuk mendapat respon langsung dari konsumen maupun target audiens. Setelah audiens tertarik melakukan klik, mereka akan diarahkan ke suatu halaman lain sesuai dengan tujuan pembuatan copy.

3. Brand Copywriting

Jenis copywriting brand ini bertujuan untuk mengenalkan suatu brand kepada khalayak ramai. Tujuannya tak lain adalah untuk membuat banyak orang mengenali dan mengingat identitas brand tersebut. Contoh pengaplikasian brand copy bisa dengan pembuatan slogan atau tagline entitas yang unik dan ikonik.

4. Social Media Copy

Jenis penulisan copy untuk media sosial bertujuan untuk memperoleh engagement content yang tinggi dan juga penambahan follower organik. Contoh pengaplikasian social media copywriting adalah dengan membuat konten dan caption semenarik mungkin serta relate dengan kebutuhan kebutuhan para audiens.

5. Technical Copywriting

Tujuan copywriting ini adalah untuk memberikan pengarahan, edukasi, serta mempermudah pemahaman pembaca dalam menggunakan suatu produk. Jenis penulisan copy ini dapat Kamu temukan dalam buku panduan teknis, manual, informasi cara pakai produk, dan sebagainya.

6. Email Copy

Jenis copy ini berguna untuk keperluan pelaksanaan email marketing. Dengan penulisan copy yang menarik, tentunya email yang Kamu kirim akan membuat pihak penerima tertarik untuk membuka, membaca, dan melakukan suatu tindakan tertentu sesuai dengan isi email marketingnya.

7. SEO Copywriting

Untuk jenis copy yang satu ini terbilang cukup rumit. Hal ini karena penulis perlu menargetkan kata kunci tertentu tanpa mengorbankan kualitas tulisan agar tetap bisa dipandang menarik oleh pembaca. Tujuan copywriting ini adalah untuk mendapat posisi dan ranking terbaik di halaman pencarian search engine.

Baca Juga: Apa itu CPM? Kenalan Dengan CPM dan Impressions

Contoh Copywriting untuk Iklan Digital

Setiap penulis atau pengiklan mungkin memiliki teknik penulisan copy yang berbeda antar satu sama lainnya. Namun yang pasti, copy yang baik adalah yang mampu memotivasi dan menghipnotis calon konsumen agar mau melakukan suatu tindakan.

Semakin efektif tulisan copy dari suatu iklan, tentu akan semakin besar pula peluang suatu bisnis untuk bisa berkembang. Itulah mengapa, membuat copy yang menarik adalah sebuah kebutuhan mutlak untuk setiap upaya pemasaran.

Lalu, bagaimana cara membuat rangkaian kata yang menarik? Berikut adalah beberapa contoh penulisan copy untuk iklan digital.

1. Memasukkan Kalimat Pertanyaan atau Iming-Iming

Dalam rangka membuat copy yang menarik, Kamu bisa memulainya dengan memikirkan headline yang menggugah rasa penasaran bagi setiap pembacanya. Adapun, contoh pertanyaan sekaligus iming-iming yang bisa Kamu gunakan dalam pembuatan headline adalah “siapa lagi yang ingin...?”

Tipe pertanyaan seperti ini akan mampu membuat pembaca merasa tertantang dan tertarik untuk mengenal suatu merek produk lebih lanjut. Selama bisa menggugah rasa penasaran, itu artinya copy tersebut sudah bisa membawa pengalaman beli konsumen ke tahap berikutnya.

Berikut adalah beberapa contoh copywriting yang bisa Kamu terapkan sesuai niche bisnis masing-masing:

  • Siapa lagi yang ingin mendapat bonus spesial tahun baru?
  • Siapa lagi yang ingin tampil cantik saat lebaran nanti?
  • Di sini, siapa lagi yang ingin punya tubuh sehat dan ideal seperti Tokoh A?

2. Menyematkan Kata Ajaib

Salah satu alasan yang membuat tulisan copy menjadi efektif adalah adanya kata-kata ‘ajaib’ yang mampu menyihir calon konsumen. Beberapa contoh kata ajaib tersebut antara lain:

  • Rahasia
  • Ampuh
  • Sakti
  • Dan kata-kata lain yang punya efek dramatisasi tapi masih tetap relevan dengan keadaan aslinya.

Dalam pembuatan teks copy, Kamu bisa mengaplikasikan kata-kata ajaib tersebut untuk menonjolkan keunggulan suatu produk demi membuat calon konsumen merasa terkesan. Ini dia contoh copywriting yang menggunakan kata-kata ajaib:

  • Rahasia kecantikan kulit cerah berseri ala wanita Jepang
  • Ampuh mengatasi rasa nyeri setelah 10 menit pemakaian
  • Rahasia rambut hitam berkilau seperti habis ke salon

3. Menggunakan Kata “Tanpa”

Copy yang menarik adalah tulisan yang mampu menyampaikan solusi atau manfaat suatu produk dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kata “tanpa” untuk memantik beragam respon pembaca terhadap iklan atau produk yang Kamu tawarkan.

Kata “tanpa” ini juga membantu menampilkan kesan pemberian solusi extra, menepis suatu sangkalan, serta menjawab keraguan atau pertanyaan dari pembeli. Berikut adalah contoh copywriting “tanpa” yang bisa Kamu tiru untuk keperluan pembuatan iklan di masa mendatang.

  • Cara efektif mengurangi bekas terawat tanpa perasaan worry
  • Efektif turunkan panas demam anak tanpa rasa pahit
  • Bisa makan enak di tanggal tua tanpa khawatir dompet kering

Copywriting adalah teknik membujuk agar mau melakukan suatu tindakan yang penulis/ pengiklan inginkan. Agar menghasilkan copy yang menarik, memikat, dan menggugah motivasi ‘action’ audiens, pahami keinginan target audiens dengan baik and be in customer’s shoes.

Membuat iklan dengan copy yang menarik memang tidak mudah. Oleh karena itu jika ada kesulitan, Kamu bisa meminta bantuan kepada StickEarn untuk keperluan pembuatan iklan digital menarik.

StickEarn dengan teknologinya menawarkan kepada pengiklan dalam mengelola kampanye iklan mereka dengan cara yang terukur dan efisien. Kampanye yang dihasilkan menawarkan pengembalian investasi yang tinggi, dan dapat ditargetkan pada segmentasi pelanggan yang berbeda. Jadi, bisa Kamu sesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Yuk, coba sekarang juga!

CTA Banner Blog - 02.png