Brand loyalty adalah ukuran dari kesetiaan konsumen pada mereka, sekaligus merupakan pencapaian paling sukses untuk sebuah perusahaan. Istilah ini berkaitan erat dengan repeat purchase dari seorang konsumen. Lantas, apa yang menjadi indikatornya? Bagaimana cara membangun brand loyalty? Yuk, cari tahu di sini!

Apa itu Brand Loyalty?

Loyalitas merek atau brand loyalty adalah komitmen dari konsumen yang muncul pada suatu produk atau merek tertentu dan cenderung terus melakukan pembelian ulang. Serta berhubungan dengan kegiatan mengajangkau, menjaga, dan mempertahankan konsumen yang ada.

Secara sederhana, loyalitas merek adalah kemampuan dari sebuah brand untuk membuat konsumen terus percaya dan melakukan repeat purchase. Umumnya, jika konsumen memiliki brand loyalty mereka dengan sukarela melakukan pembelian apapun kondisinya.

Entah itu karena pengaruh harga yang naik, kemasan, kenyamanan, kompetitor, dan sebagainya. Hal tersebut terjadi karena adanya rasa percaya yang kuat antara brand dengan konsumennya.

Indikator Brand Loyalty

Terdapat indikator yang akan menunjukkan kesetiaan konsumen pada sebuah merek. Berikut adalah indikator brand loyalty menurut Nancy Giddens:

1. Memiliki Komitmen

Indikator pertama adalah konsumen memiliki komitmen pada sebuah merek. Komitmen di sini biasanya berhubungan dengan hubungan emosional antara konsumen dan merek. Konsumen yang memiliki kecintaan pada sebuah merek cenderung akan memiliki kepercayaan tinggi, inilah yang membangun komitmen.

2. Berani Membayar Lebih

Selanjutnya adalah konsumen berani untuk membayar lebih pada suatu merek dibandingkan dengan merek lainnya. Mereka bisa saja dengan senang hati menghabiskan banyak uang untuk merek yang mereka percaya. Namun, tidak akan bersedia membayar untuk produk dari merek lain, meskipun produk tersebut memiliki harga yang lebih murah sekalipun.

3. Mengajak Orang Membeli

Konsumen dengan brand loyalty yang tinggi akan dengan sukarela merekomendasikan merek pada orang lain. Mereka senang mempengaruhi orang lain membeli produk dengan merek yang sama dengan mereka dengan membicarakan pengalaman menggunakan merek tersebut.

4. Melakukan Pembelian Ulang

Konsumen tidak akan segan melakukan pembelian ulang tanpa melakukan pertimbangan ketika mereka memiliki loyalitas merek. Ini adalah indikator yang paling menonjol dan berkaitan erat dengan loyalitas merek.

5. Mengikuti Pemberitaan

Konsumen akan cenderung selalu mengikuti perkembangan atau pemberitaan dari sebuah merek. Sehingga mereka tidak akan ketinggalan pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, seperti munculnya produk baru dan lain sebagainya.

6. Dapat Menjadi Juru Bicara

Indikator brand loyalty terakhir adalah konsumen mampu menjadi seorang juru bicara untuk merek tanpa menuntut biaya. Secara tidak langsung konsumen dengan sukarela akan melakukan promosi gratis untuk merek.

Cara Membangun Brand Loyalty

Brand loyalty adalah aspek yang sangat penting untuk merek. Oleh karena itu, terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan untuk membangunnya. Yuk, ikuti cara-cara berikut ini:

1. Meningkatkan Engagement

Brand tidak akan bisa mempertahan konsumen, jika konsumen tidak mengenal dan terikat dengan merek. Karena itu, brand engagement menjadi dasar yang harus ditingkatkan agar konsumen merasa terikat dengan merek.

Sebuah brand bisa meningkatkan engagement, dengan melakukan promosi, iklan, memberikan update seputar produk, dan lain sebagainya. Sebaiknya brand juga memberikan ruang diskusi agar terjadi komunikasi dua arah.

2. Pahami Kebutuhan dan Keinginan Konsumen

Brand wajib untuk mengetahui dan memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Tujuannya adalah agar mereka bisa menyasar target yang sesuai dan melakukan promosi yang tepat. Selain itu, tujuan konsumen membeli sebuah produk adalah untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.

Jika brand tidak mampu memenuhi hal tersebut, konsumen akan mempertanyakan dan berpikir dua kali ketika ingin membeli produk. Sebuah brand bisa mencoba untuk memperhatikan karakter dan perilaku konsumen. Semakin besar upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah konsumen, semakin besar peluang konsumen menjadi loyal.

Baca Juga: Jenis - Jenis Iklan Berdasarkan Isi, Fungsi, dan Medianya

3. Tonjolkan Brand Value

Value dari sebuah merek juga bisa membantu untuk meningkatkan brand loyalty. Brand value adalah nilai yang diterapkan brand ketikan melakukan kegiatan bisnis. Umumnya akan dipraktekkan oleh setiap karyawan dan konsumen.

Menonjolkan brand value akan membantu merek untuk mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari konsumen. Cara paling sederhana yang bisa dilakukan adalah melalui produk yang ditawarkan, layanan yang diberikan, serta bagaimana budaya yang diterapkan di perusahaan.

4. Buatlah Logo yang Menarik

Logo menjadi salah satu lambang yang menunjukkan identitas sebuah brand. Meskipun sederhana, keberadaannya tidak bisa disepelekan karena akan mencerminkan merek. Karena itu, sebuah brand sebaiknya memiliki bentuk logo yang bagus dan eye catching agar mampu menarik minat dan perhatian konsumen.

5. Bersikap Konsisten

Cara membangun brand loyalty terakhir adalah dengan bersikap konsisten. Apapun yang sudah brand tawarkan, jaga hal tersebut tetap sama. Konsumen akan cenderung memilih untuk berganti pada merek lain jika menemukan bahwa hal yang disukainya ternyata berubah dan tidak memiliki konsistensi.

Baca Juga: Cara Memahami Pelanggan Dengan Marketing Funnel

Tingkatan Brand Loyalty

Brand loyalty memiliki tingkatan atau level loyalitas. Umumnya terdapat 5 tingkatan yang bisa membedakan, berikut adalah penjelasannya:

1. Switcher

Pertama adalah switcher atau price buyer. Ini adalah tingkatan terendah. Konsumen di tingkat ini bukan pembeli loyal dan cenderung tidak setia. Brand tidak signifikan di mata konsumen. Serta, konsumen akan memilih brand yang menurut mereka paling menguntungkan.

2. Habitual Buyer

Kedua adalah habitual buyer, di mana konsumen membeli karena sebuah kebiasaan. Mereka membeli karena mereka tidak kecewa terhadap produk dan layanan. Jadi, selama tidak ada hal fatal yang terjadi, konsumen akan tetap setiap pada brand.

3. Satisfied Buyer

Tingkatan brand loyalty ketiga adalah satisfied buyer. Konsumen di tingkat ini cukup loyal dan merasa cukup puas. Namun, masih terdapat kemungkinan mereka akan berganti merek.

4. Liking The Brand

Tingkatan keempat adalah liking the brand. Konsumen sudah memiliki ikatan emosional dan benar-benar menyukai brand. Dapat dikatakan konsumen di tingkat ini adalah seorang sahabat bagi sebuah brand.

5. Committed Buyer

Tingkatan yang terakhir adalah committed buyer dan merupakan pembeli yang paling setia. Mereka akan merasa bangga ketika menggunakan produk dari brand. Mereka memiliki kepercayaan yang kuat, brand menjadi bagian penting, dan menjadi sebuah identitas.

Ingin Meningkatkan Brand Loyalty?

Menggunakan iklan juga bisa membantu StickFriends meningkatkan brand loyalty. Semakin tinggi tingkat engagement, semakin besar pula peluang konsumen loyal pada brand. Jika StickFriends tertarik, salah satu perusahaan periklanan paling tepat dan bisa dipilih adalah StickEarn.

StickEarn adalah startup yang bergerak di bidang periklanan. Di mana mereka akan membantu StickFriends untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Layanan yang ditawarkan oleh StickEarn sangat beragam, beberapa contoh layanannya adalah StickMobil, Digitron, hingga StickDigital.

StickFriends dapat menggunakan berbagai platform untuk iklan yang lebih maksimal jika bekerja sama dengan StickEarn. Ratusan brand telah mempercayai StickEarn, apakah StickFriends juga tertarik menggunakan jasa kami? Yuk, jangan sampai salah memilih dan kunjungi website di stickearn.com untuk informasi lengkapnya sekarang!

CTA Banner Blog - 02.png