Dalam dunia pemasaran sekarang ini, digital advertising memiliki peranan yang sangat penting. Salah satu tren digital advertising yang banyak digunakan untuk bisnis saat ini adalah programmatic ads.

Apa itu programmatic advertising? Bagaimana cara kerjanya dan apa saja contohnya? Simak untuk mendapatkan pemahaman lengkapnya!

Apa itu Programmatic Advertising?

Programmatic advertising adalah metode beriklan dengan menggunakan kolom yang telah disediakan oleh sebuah publisher. Publisher di sini adalah sebuah organisasi atau orang yang memiliki sebuah website, di mana website tersebut telah disetujui oleh pengelola aplikasi periklanan. Sehingga dalam website tersebut mereka bisa memasang AdSense oleh advertiser. Contoh media yang menyediakan tempat beriklan seperti ini adalah media online, Youtube, dan lain sebagainya.

Iklan digital terprogram ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) sehingga dapat berjalan secara real time dan otomatis. Tingkat efisiensinya juga jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan iklan tradisional. Karena mereka dapat menyasar target yang jauh lebih spesifik.

Programmatic advertising akan memberikan keuntungan pada dua belah pihak, yaitu advertiser dan publisher. Advertiser dapat memasang iklan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Sedangkan publisher akan mendapatkan bayaran.

Baca Juga: Mengenal Iklan Digital: Jenis, Manfaat, Kelebihan, dan Contohnya

Jenis Saluran Programmatic Advertising

Dalam programmatic advertising terdapat beberapa jenis saluran yang bisa seorang advertiser gunakan. Secara umum terdapat 6 jenisnya yang banyak digunakan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Display Ads

Umumnya istilah display ads merujuk pada semua bentuk visual ads online. Namun, dalam konteks programmatic ads, display ads adalah iklan yang ditempatkan di header, sidebar, in-content, atau footer.

Advertiser dan publisher akan menggunakan platform seperti Microsoft, Google, atau Snapchat untuk memfasilitasi penjualan space atau slot iklan. Publisher akan mendapatkan keuntungan melalui klik dan impressions dari data yang telah terkumpul.

2. Video Ads

Sesuai dengan namanya, video ads tampil melalui sebuah platform video atau layanan streaming. Video ads adalah iklan adalah bentuk programmatic advertising yang paling banyak digunakan. Karena banyaknya platform video seperti Youtube, Netflix, Twitch, Smart TV’s, dan masih banyak lagi.

Terdapat 3 varian video ads, berikut adalah pejelasannya:

  • In-stream Ads

Video ads ini akan muncul pada sebuah video yang sedang terputar. Contoh sederhana dari in-stream ads adalah iklan yang muncul sebelum video di platform Youtube mulai.

In-stream ads sendiri memiliki tiga tipe. Pertama adalah pre-roll yang muncul sebelum video mulai. Kedua adalah mid-roll yang akan muncul di tengah video. Iklan terkenal akan mengganggu penonton. Ketiga adalah post-roll yang muncul setelah video selesai.

  • In-display Ads

Selanjutnya adalah in-display ads. Iklan ini tidak muncul saat video diputar. Namun, akan muncul dalam hasil pencarian atau berupa video rekomendasi.

  • Out-stream Ads

Terakhir adalah out-stream ads yang akan muncul dalam konten video dan juga konten yang bukan video. Misalnya adalah iklan video yang muncul dalam konten artikel online dalam sebuah blog atau website.

3. Social Ads

Iklan yang satu ini muncul dalam media sosial. Programmatic advertising akan menggunakan data yang media sosial miliki untuk menjangkau target yang sesuai. Pemasaran menggunakan influencer juga termasuk bagian dari social ads.

4. Audio Ads

Selanjutnya adalah audio ads yang biasanya akan muncul dalam platform podcast atau radio online. Secara tradisional sebuah iklan menjadi bagian dari produksi. Iklan akan disebutkan secara organic mengikuti pembahasan konten audio itu sendiri. Namun, video dalam prog rammatic ads akan memiliki target pasar yang lebih spesifik.

5. Native Ads

Fungsi native ads mirip dengan display ads. Namun, native ads memiliki tampilan seperti konten pada umumnya. Maksudnya, native ads akan memiliki bagian seperti “read more” yang akan ada dibagian bawah blog atau “learn more” yang ada di tengah konten blog.

6.Digital Out-of-Home (DOOH) Ads

Terakhir adalah digital out-of-home ads atau DOOH yang merupakan digital advertising dengan kombinasi iklan tradisional seperti billboard atau poster. Programmatic ads dalam jenis ini tidak memiliki target individual namun datanya berasal dari cuaca, waktu, atau populasi. DOOH merupakan jenis iklan yang paling eksperimental.

Baca Juga: Apa Itu Billboard dan Manfaatnya Bagi Pengiklan

Cara Beriklan Menggunakan Programmatic Advertising

Programmatic advertising memiliki cara kerja yang cepat dan mudah dengan menggunakan sebuah aplikasi atau program tertentu. Namun, sebelum menggunakannya sebaiknya advertiser memiliki website atau toko di marketplace lebih dulu.

Kegunaan dari website tersebut adalah untuk menjadi landing page di mana audiens atau calon konsumen mendapatkan informasi tentang produk atau brand. Setelah itu advertiser harus memilih jenis atau bentuk dari programmatic ads yang mereka butuhkan.

Pemilihan bentuk ini bisa juga dapat disesuaikan dengan anggaran dana yang advertiser sudah siapkan. Nantinya advertiser juga dapat memilih apakah iklan ingin ditampilkan sebagai video, GIF, banner, dan sebagainya.

Rangkaian transaksi akan dilakukan secara otomatis, sehingga advertiser tidak perlu menghubungi publisher pesan atau telpon pribadi. Setelah transaksi pembayaran selesai advertiser hanya perlu menunggu iklan tayang dengan menyasar target yang sesuai dengan database publisher.

Contoh Programmatic Advertising

Agar StickFriends lebih memahami tentang apa itu programmatic advertising, berikut adalah contoh-contohnya:

1. Topman

Brand fashion retail untuk laki-laki ini menggunakan programmatic advertising untuk mempromosikan koleksi khaki terbaru mereka. Mereka menggunakan gambar-gambar produk dengan target yang mereka terbagi dalam beberapa segmentasi. Topman bermain pada style dalam gambar untuk iklan yang menarik minat audiens.

2. Turner Sports

Selanjutnya adalah Turner Sports yang menggunakan programmatic ads berupa video. Tujuan mereka adalah untuk mendukung National Basketball Association Season Tip-Off tahun 2016. Mereka menggunakan data dari Google Marketing Platform untuk menentukan target. Video ads tersebut mampu mencapai 6 juta unique views di U.S.

3. IHG Hotels

Terakhir adalah Intercontinental Hotel Group yang menggunakan programmatic ads agar dapat berkompetisi dengan kompetitornya. Mereka menggunakan data berdasarkan history dari pengguna third-party booking sites untuk melihat lokasi, waktu, dan harga. Secara sederhana iklan mereka menunjukkan harga hotel yang terjangkau.

Tertarik Beriklan dengan Programmatic Advertising?

Programmatic advertising akan membantu StickFriends menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam serta mampu meningkatkan penjualan. Jika StickFriends tertarik untuk menggunakan tren digital advertising satu ini, kamu akan membutuhkan layanan dari StickEarn. Apa itu StickEarn?

StickEarn adalah perusahaan periklanan yang memberikan layanan iklan efektif dan sesuai tren agar sebuah bisnis dapat berkembang. Beberapa produk dari StickEarn yang bisa StickFriend gunakan sebagian bentuk dari programmatic ads adalah Digital Platform Advertising dan Digital Out-of-Home Advertising.

StickEarn akan memberikan layanan iklan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan bisnis. Lebih dari 500 brand telah mempercayai StickEarn merupakan bukti dari kualitas layanan kami. Segera kunjungi stickearn.com untuk mendapatkan informasi layanan dan produk yang lebih lengkap. Ayo, sukseskan bisnis bersama StickEarn sekarang!

CTA Banner Blog - 01.png