News

9 Advertising Trend 2021: Strategi Marketing dan Promosi Terbaru

Friday, 22 January 2021
Let everyone know!

Kita semua sudah merasakannya, tahun 2020 adalah tahun yang sangat tidak terduga. Pandemi Covid-19 dan rentetan peristiwa yang terjadi di tahun lalu menciptakan perubahan besar dalam masyarakat, industri, perekonomian, hingga pemasaran. Dengan adanya pembatasan jarak temu antar manusia, semua aspek beradaptasi agar sesuai dengan normal baru. Begitu pula dengan tren pemasaran, yang berubah dan melakukan penyesuaian untuk tetap relevan menghubungkan brand dengan pelanggan, melalui cara normal baru.

Namun, untuk berhasil dalam menjalankan bisnis dan promosi di tahun ini, pelaku bisnis harus melakukan upaya lebih dari sekadar mengikuti tren dalam pemasaran. Dengan percepatan informasi dan data, tahun 2021 akan menjadi tahun serba cepat, serba akurat bagi berbagai bisnis, khususnya rintisan. Terdapat beberapa prediksi strategi marketing dan promosi di tahun 2021 yang dapat membantu Anda menavigasi arah pemasaran Anda sebagai berikut...

1) Artificial Intelligence

Istilah AI, Artificial Intelligence, atau Kecerdasan Buatan mungkin sudah sering kita dengar beberapa waktu belakangan ini. Di tahun 2020, beberapa perusahaan besar mulai menggunakan kecerdasan buatan (AI), salah satunya adalah untuk Chatbots, atau pesan otomatis yang dapat berinteraksi dengan pelanggan secara langsung. Secara efisiensi, AI sudah mengambil alih banyak pekerjaan sederhana. AI dapat menganalisis perilaku konsumen dan pola pencarian, serta menggunakan data dari platform media sosial, posting blog, hingga riwayat transaksi untuk membantu bisnis memahami bagaimana pelanggan menemukan produk dan layanan mereka.

2) Programmatic Advertising

Programmatic advertising atau ‘Iklan terprogram’ bergerak menggunakan AI untuk mengotomatiskan pembelian iklan, sehingga Brand dapat menargetkan pelanggan yang lebih spesifik. Sistem otomatisasi ini jauh lebih efisien dan cepat, menghasilkan konversi lebih tinggi dan biaya akuisisi pelanggan lebih rendah. Menurut eMarketer, 86,2% digital display ads di Amerika Serikat menjadi programmatic pada tahun 2020. Dengan iklan programmatic, brand atau pengiklan dapat memilih format yang sesuai untuk produk yang diiklankan, tidak perlu negosiasi harga ke publisher, karena aplikasi programmatic ads biasanya akan terhubung langsung dengan publisher sehingga harga iklan pun dapat disesuaikan dengan anggaran pengiklan dari brand.

3) Peningkatan Digital Out of Home Advertising

Sama seperti industri lainnya di beberapa tahun terakhir, sektor periklanan luar ruang juga terpapar oleh tren pemasaran digital. Tren ke ranah digital ini sejalan dengan permintaan yang ada di mana pelanggan sudah terbiasa melihat iklan dengan resolusi tinggi dan bergerak. Dengan penerapan yang tepat, teknologi digital dapat memfasilitasi iklan luar ruang karena menggunakan kualitas 4K yang meningkatkan resolusi tinggi dan visual warna-warni cerah yang dapat menarik perhatian pengguna untuk waktu yang lebih lama. Selain itu iklan luar ruang dengan teknologi digital dapat mengadaptasi kemampuannya untuk memberikan data efektivitas yang tepat.

Iklan digital billboard dapat terus meningkat di tahun ini karena lebih mudah dan nyaman bagi brand untuk menyesuaikan konten tanpa memakan waktu dan biaya produksi yang rumit, serta memangkas biaya yang tidak perlu, dengan tetap dapat menyasar perhatian secara masif dan luas di jalanan. Dibandingkan dengan iklan statis, iklan multi-gambar memberi pengiklan lebih banyak kontrol atas media dan hasil iklan akhir. Misalnya, beberapa iklan berkinerja lebih baik dalam bentuk statis sedangkan yang lain mungkin memerlukan visual dalam format video. Faktanya, iklan luar ruang digital dapat membawa keuntungan besar bagi brand. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa iklan luar ruang digital menyumbang hampir 30% dari pendapatan OOH di seluruh dunia. Dalam keadaan ini, pengiklan yang terus berinovasi kemungkinan akan berhasil di tahun-tahun berikutnya.

Bagaimana dengan adanya PSBB di beberapa wilayah di Indonesia? Berdasarkan data yang dihimpun dari Tomtom.com, terdapat peningkatan kepadatan pengguna jalan pada 3 bulan terakhir di tahun 2020.

tomtom congestion traffic.JPG

Akibat Covid 19, PSBB diterapkan di beberapa kota di Tanah Air. Seperti yang diperkirakan, tingkat kemacetan turun hampir 80%, namun selama 8 bulan terakhir ini, data menunjukan adanya angka pertumbuhan yang positif yang terlihat melalui tingkat kemacetan tertinggi pada minggu ke-45 atau tepatnya 2-8 November 2020. Hingga akhir tahun, peningkatan terus terlihat.

Baca juga: Iklan Luar Ruang vs Iklan Digital

4) Conversational and Personalized Marketing

Marketing di masa kini adalah tentang dua arah dan percakapan. Dengan adanya chatbot, hubungan antara brand dan pelanggan kini dapat lebih komunikatif dan cepat. Pada dasarnya, pelanggan ini brand ‘bereaksi’, bisa diajak bicara secara langsung jika ingin bertanya seputar produk. Berdasarkan sebuah riset, ketika pelanggan memiliki pertanyaan, 82% menginginkan tanggapan yang sesegera mungkin. Conversational marketing memfasilitasi hubungan one-by-one, real-time antara pemasar dan pelanggan.

Personalized marketing juga menjadi poin penting sebagai strategi marketing di tahun ini. Di era yang sangat sibuk dan masifnya informasi sehari-hari, pelanggan ingin mendapatkan informasi hanya yang dia butuhkan, sama seperti halnya dengan iklan. Iklan yang dipersonalisasi mengacu pada kemampuan menampilkan iklan yang disesuaikan untuk setiap target pelanggan yang Anda ingin raih. Semakin ke sini, pelanggan menganggap konten personalisasi lebih menarik, di mana iklan yang lebih umum akan diabaikan. Ini fenomena yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis di tahun 2021. Brand dapat menggunakan nama panggilan pelanggan pada saat menawarkan diskon melalui email, mengirim pesan video yang dipersonalisasi dan dikirim seolah khusus dari brand untuk pelanggan tertentu, dan memanfaatkan teknologi AI untuk melihat riwayat behavior pelanggan dan menampilkan konten yang menjadi interest pelanggan.

5) Social Media Stories

Setelah Snapchat pertama kali meluncurkan layanan berbagi video selama 15 detik, konsep ini kemudian digunakan oleh Instagram, Facebook hingga beberapa media sosial lainnya. Yang terbaru ada Fleet untuk Twitter. Konsep ini dikembangkan lagi oleh Tiktok yang kemudian atas kepopulerannya diadaptasi juga oleh Instagram dalam bentuk Reels.

Menggunakan format video atau foto dengan durasi singkat, strategi marketing menggunakan social media stories, atau video pendek dapat menjelaskan banyak hal tentang brand serta terbukti lebih engaging dan efektif menarik perhatian pelanggan.

Manfaat menggunakan social media stories adalah:

  • Meningkatkan brand awareness
  • Bisa menjangkau langsung dan berinteraksi dengan pengikut / pelanggan
  • Efektivitas biaya
  • Meningkatkan traffic ke halaman web Anda dengan fitur swipe up
  • Peluang untuk menjangkau audiens yang lebih muda

Berikut inspirasi yang dapat Anda lakukan untuk menggunakan social media stories secara tepat:

  • Gunakan polling dalam Instagram Stories
  • Tambahkan tautan / link ke social media stories Anda
  • Manfaatkan geofilter untuk menjangkau pelanggan sesuai lokasi
  • Tambahkan tag lokasi Tambahkan sebutan untuk merek lain dan penggemar Anda
  • Cobalah live video saat membuat Stories, bisa digunakan untuk online event juga
  • Undang pengikut untuk menjelajahi brand lebih dalam dengan CTA yang tepat

6) Video Marketing

Iklan video bukanlah hal baru di tahun ini, tetapi karena karantina dan physical distancing, penggunaan internet, gadget, dan teknologi secara umum meningkat pesan di tahun lalu. Salah satu format konten yang paling tinggi dikonsumsi adalah video. Dalam jenis periklanan ini, ada beberapa cara inovatif untuk berkomunikasi yang dapat efektif pada tahun 2021, beberapa di antaranya adalah streaming video real-time, membuat video dan presentasi komersial untuk brand secara singkat, dan komunikasi yang dua arah, langsung, cepat, dan mudah diakses. Pemasaran video adalah ten pemasaran paling penting saat ini bahkan untuk 5-10 tahun mendatang. Video sejauh ini merupakan cara paling populer yang diinginkan pelanggan untuk mempelajari produk baru. Angka-angka ini menunjukkan pentingnya memasukkan video ke dalam strategi pemasaran digital Anda di tahun 2021:

  • 70% konsumen mengatakan bahwa mereka telah membagikan video brand
  • 72% bisnis mengatakan bahwa video telah meningkatkan rasio konversi mereka
  • 52% konsumen mengatakan bahwa menonton video produk membuat mereka lebih percaya diri dalam keputusan pembelian online
  • 65% eksekutif mengunjungi situs web pemasar
  • 39% menelepon vendor setelah melihat video

7) Display Advertising

Dengan meningkatnya penggunaan aplikasi-aplikasi digital, pengiklan masih dapat melakukan display advertising di tahun ini. Bannerflow melaporkan bahwa display advertising yang menampilkan video dapat meningkatkan click through rate (CTR) lebih dari 15%. Bentuk periklanan ini memungkinkan pengiklan menggunakan informasi yang dikumpulkan dari situs web yang pelanggan kunjungi sebelumnya, menyajikan iklan yang dipersonalisasi dengan menampilkan hal yang memang dianggap penting bagi pelanggan, berdasarkan targeting and behavior analysis. Pendekatan ini umumnya dikenal sebagai 'pemasaran ulang' atau retargeting dimana tren ini akan menjadi salah satu tren periklanan yang utama di tahun 2021.

Baca juga: Mulai Beriklan dengan Tiktok, Spotify dan Aplikasi Lainnya

8) Omnichannel Marketing

Omnichannel marketing atau multi-kanal marketing adalah salah satu tren marketing yang populer sejak tahun 2019. Pada dasarnya, penggunaan lebih dari 1 kanal marketing untuk promosi masih akan relevan seperti sebelumnya di tahun 2021. Omnichannel marketing adalah proses pemasaran di berbagai platform (seperti media sosial, aplikasi, email, blog, hingga iklan luar ruang) sehingga Anda dapat terhubung dengan prospek di lebih banyak titik kontak. Jika Anda melakukan pemasaran omnichannel dengan benar, Anda dapat menawarkan brand awareness dan exposure maksimal serta pesan brand yang kohesif dapat mendorong orang untuk bertindak melakukan pembelian atau CTA yang diharapkan.

  • Frekuensi pembelian: 250% lebih tinggi di omni channel vs. saluran tunggal
  • Nilai pesanan rata-rata: 13% lebih banyak per pesanan di omni channel vs. saluran tunggal
  • Tingkat retensi pelanggan: 90% lebih tinggi untuk omnichannel vs. saluran tunggal

Baca juga: DOOH Advertising dan Omnichannel Marketing

9) Long-Form Content

Di tahun 2021, postingan yang lebih pendek tidak akan membawa Anda ke mana pun. Biasanya, posting yang panjangnya setidaknya 3.000 kata menarik traffic paling banyak, karena menawarkan eksplorasi topik yang mendalam kepada pembaca. Konten bentuk panjang memungkinkan pembuat konten untuk menunjukkan dirinya sebagai ahli dalam suatu subjek dan memberi mereka lebih banyak ruang untuk menargetkan kata kunci. Sebuah studi dari link Search Engine Journal menunjukkan bahwa konten bentuk panjang mendapatkan 77% lebih banyak backlink daripada artikel pendek, yang sangat penting untuk mengarahkan lalu lintas organik

Itulah 9 tren marketing dan promosi di tahun 2021 yang bisa Anda coba. Setiap bisnis memiliki pendekatan marketing yang berbeda karena menyasar audiences yang berbeda-beda. Namun, tidak ada salahnya mengeksplorasi cara baru. Selamat mencoba dan sukses selalu!

Get the latest updates !