Dahulu banyak perusahaan yang mengandalkan media cetak sebagai sarana pemasaran mereka. Kini, cara memasarkan produk mengalami perubahan yang signifikan.
Aktivitas pemasaran semakin bergeser ke berbagai platform digital yang dapat mereka ukur secara real-time. Pergeseran ini membuat digital advertising menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling banyak brand manfaatkan.
Berbagai laporan industri juga mengatakan bahwa digital advertising menyumbang lebih dari dua pertiga total belanja iklan global. Kondisi ini menjadikan pemahaman mengenai apa itu digital advertising semakin penting bagi setiap pelaku bisnis.
Pengertian Digital Advertising
Digital advertising adalah aktivitas mempromosikan produk, layanan, maupun merek melalui berbagai media digital dengan tujuan menjangkau audiens secara luas dan efektif. Media yang bisa Anda gunakan dapat berupa mesin pencari, website, aplikasi, media sosial, platform video, email, hingga berbagai perangkat digital lainnya yang terhubung dengan internet.
Berbeda dengan iklan konvensional yang umumnya tampil kepada semua orang, digital advertising memungkinkan pengiklan menentukan target audiens secara spesifik. Penargetan tersebut dapat Anda lakukan berdasarkan lokasi geografis, rentang usia, jenis kelamin, minat, perilaku belanja, hingga aktivitas pengguna saat berselancar di internet.
Kemampuan ini membuat kampanye pemasaran menjadi lebih relevan, sehingga peluang menghasilkan penjualan atau konversi juga meningkat. Selain itu, digital advertising memiliki keunggulan dalam hal pengukuran performa.
Pengiklan dapat memantau berbagai metrik penting, seperti jumlah tayangan (impressions), klik (CTR), biaya per klik (CPC), tingkat konversi, hingga return on ad spend (ROAS). Seluruh data tersebut tersedia secara real-time, sehingga strategi pemasaran dapat Anda evaluasi dan optimalkan kapan saja.
Saat ini, digital advertising telah menjadi bagian penting dari strategi pemasaran modern. Berbagai bisnis, baik besar maupun UMKM, memanfaatkan jenis pemasaran ini untuk meningkatkan brand awareness, memperoleh leads, hingga mendorong penjualan secara berkelanjutan.
Jenis-jenis Digital Ads
Saluran pemasaran digital terdiri atas berbagai format iklan yang dapat Anda sesuaikan dengan berbagai objektif. Berikut beberapa jenis digital advertising yang paling banyak brand gunakan.
1. Search Engine Advertising (SEA)
Search Engine Advertising merupakan iklan berbayar yang muncul pada halaman hasil pencarian mesin pencari, seperti Google maupun Bing. Iklan ini biasanya tampil ketika pengguna mengetik kata kunci tertentu, sehingga mampu menjangkau calon pelanggan yang memang sedang mencari informasi atau produk yang relevan.
Jenis iklan ini banyak brand gunakan untuk meningkatkan traffic website, menghasilkan prospek (lead generation), maupun mendorong penjualan secara langsung. Sistem pembayarannya menggunakan model Pay-Per-Click (PPC), yaitu pengiklan hanya membayar ketika iklan pengguna klik.
2. Display Advertising
Display advertising adalah iklan visual yang tampil pada berbagai website, aplikasi, maupun portal berita dalam bentuk banner, gambar, animasi, atau rich media. Tujuan utamanya adalah meningkatkan visibilitas merek sekaligus menarik perhatian audiens melalui elemen visual yang menarik.
Selain meningkatkan kesadaran merek, display advertising juga sering brand manfaatkan untuk retargeting, yaitu menampilkan kembali iklan kepada pengguna yang sebelumnya pernah mengunjungi website atau melihat produk tertentu.
3. Social Media Advertising
Social media advertising merupakan iklan yang tampil melalui platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, TikTok, LinkedIn, X, hingga Pinterest. Jenis iklan ini menawarkan kemampuan penargetan yang sangat detail berdasarkan demografi, minat, pekerjaan, perilaku, hingga aktivitas pengguna.
Keunggulan lainnya adalah tersedianya berbagai format konten, mulai dari gambar, video, carousel, stories, Reels, hingga katalog produk yang dapat Anda sesuiakan dengan tujuan kampanye.
4. Video Advertising
Video advertising menggunakan konten video sebagai media utama untuk menyampaikan pesan promosi. Iklan ini dapat muncul sebelum video terputar (pre-roll), di tengah video (mid-roll), setelah video selesai (post-roll), maupun sebagai video pendek di media sosial.
Karena mampu menggabungkan visual, audio, dan storytelling secara bersamaan, video advertising sering brand gunakan untuk membangun emotional connection serta meningkatkan daya ingat terhadap merek.
5. Native Advertising
Native advertising merupakan jenis iklan yang dirancang menyerupai tampilan dan gaya konten pada platform tempat iklan tersebut muncul. Bentuknya bisa berupa artikel sponsor, rekomendasi konten, maupun advertorial yang menyatu dengan pengalaman membaca pengguna.
Karena tampil lebih alami dari banner konvensional, native advertising umumnya memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi sekaligus mengurangi risiko banner blindness.
6. Email
Email advertising memanfaatkan email sebagai media promosi untuk mengirimkan penawaran, informasi produk, newsletter, maupun promo eksklusif kepada pelanggan yang telah memberikan persetujuan menerima komunikasi pemasaran.
Jika dilakukan secara tepat melalui segmentasi audiens dan personalisasi pesan, email advertising mampu mempertahankan hubungan dengan pelanggan sekaligus meningkatkan repeat purchase.
7. Mobile Advertising
Mobile advertising adalah iklan digital yang secara khusus brand optimalkan untuk perangkat seluler, seperti smartphone dan tablet. Bentuknya dapat berupa iklan dalam aplikasi (in-app ads), mobile banner, video vertikal, hingga push notification.
Seiring meningkatnya penggunaan perangkat mobile di seluruh dunia, jenis digital advertising ini menjadi salah satu kanal yang paling efektif untuk menjangkau konsumen kapan pun dan di mana pun.
8. Influencer Marketing
Influencer marketing adalah bentuk digital advertising yang memanfaatkan tokoh berpengaruh di media sosial, baik mega influencer, macro influencer, maupun micro influencer, untuk mempromosikan produk atau jasa kepada audiens mereka. Jenis marketing ini bekerja melalui prinsip kepercayaan sosial: audiens cenderung lebih mempercayai rekomendasi dari seseorang yang mereka ikuti daripada dari iklan merek secara langsung.
Tren influencer marketing di Indonesia sangat signifikan, terutama mengingat tingginya penggunaan media sosial di kalangan usia produktif. Micro influencer (dengan pengikut 10.000–100.000) sering kali lebih efektif dari mega influencer karena memiliki tingkat keterlibatan (engagement rate) yang lebih tinggi dan audiens yang lebih tersegmentasi.
Oleh karena itu, banyak bisnis yang memanfaatkan jasa digital advertising berbasis influencer sebagai bagian dari strategi pemasaran terpadu mereka.
9. Affiliate Marketing
Affiliate marketing adalah model digital advertising berbasis kinerja, di mana pihak ketiga (afiliasi) mempromosikan produk atau layanan suatu merek dan mendapatkan komisi setiap kali terjadi konversi, baik itu penjualan, pendaftaran, maupun tindakan lain yang disepakati.
Model ini menguntungkan kedua belah pihak: pengiklan hanya membayar untuk hasil nyata, sementara afiliasi mendapat penghasilan dari setiap konversi yang berhasil mereka bawa.
Manfaat dari Pemasaran Digital
Kepopuleran digital advertising bukan tanpa alasan. Ada sejumlah keunggulan konkret yang membuat media ini jauh lebih menarik, terutama dalam hal efisiensi anggaran dan penargetan. Apa sajakah itu? Silakan simak di bawah.
1. Menjangkau Audiens yang Lebih Tepat
Salah satu keunggulan terbesar digital advertising berada pada kemampuan menargetkan audiens secara spesifik. Pengiklan dapat menentukan target berdasarkan usia, lokasi, jenis kelamin, bahasa, minat, pekerjaan, hingga perilaku pengguna saat menggunakan internet.
Pendekatan tersebut membuat iklan hanya terlihat kepada orang-orang yang berpotensi tertarik terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Akibatnya, anggaran pemasaran menjadi lebih efisien karena peluang konversi cenderung lebih tinggi.
2. Biaya Lebih Fleksibel dan Efisien
Digital advertising memberikan keleluasaan bagi bisnis untuk menentukan besaran anggaran sesuai kebutuhan. Kampanye dapat brand mulai dari nominal yang relatif kecil, kemudian ditingkatkan apabila memberikan hasil yang positif.
Selain itu, berbagai platform digital menawarkan beragam model pembayaran, seperti Cost Per Click (CPC), Cost Per Mille (CPM), Cost Per Acquisition (CPA), maupun Cost Per View (CPV). Fleksibilitas tersebut memungkinkan perusahaan memilih metode yang paling sesuai dengan tujuan kampanye dan kemampuan finansial.
3. Hasil Kampanye Terukur Real-Time
Media ini juga menyediakan berbagai data performa secara langsung. Pengiklan dapat memantau jumlah tayangan, klik, engagement, konversi, hingga nilai Return on Ad Spend (ROAS).
Melalui data tersebut, tim pemasaran dapat mengetahui iklan mana yang bekerja dengan baik, target audiens yang paling responsif, maupun konten yang menghasilkan konversi tertinggi. Informasi ini sangat membantu dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan berbasis data.
4. Meningkatkan Brand Awareness
Digital advertising memungkinkan sebuah merek tampil secara konsisten di berbagai platform digital yang sering masyarakat gunakan, seperti mesin pencari, media sosial, website berita, hingga aplikasi mobile.
Semakin sering audiens melihat sebuah brand dalam konteks yang relevan, semakin tinggi pula peluang mereka mengingat nama maupun produk yang ditawarkan.
Oleh karena itu, digital advertising sering brand manfaatkan dalam menjalankan berbagai campaign, khususnya brand awareness. Bahkan, untuk meluncurkan produk baru atau memasuki pasar baru.
5. Mendorong Penjualan dan Konversi
Selain meningkatkan kesadaran merek, digital advertising berperan penting dalam menghasilkan penjualan. Berbagai platform memungkinkan pengiklan mengarahkan pengguna langsung menuju halaman produk, formulir pendaftaran, marketplace, atau aplikasi.
Dengan dukungan landing page yang optimal serta pesan iklan yang relevan, digital advertising mampu mempercepat perjalanan pelanggan (customer journey) dari tahap mengenal produk hingga melakukan transaksi.
6. Mendukung Strategi Retargeting
Tidak semua calon pelanggan langsung melakukan pembelian saat pertama kali melihat sebuah iklan. Karena itu, digital advertising menyediakan fitur retargeting yang memungkinkan brand menampilkan kembali iklan kepada pengguna yang sebelumnya telah mengunjungi website atau melihat produk tertentu.
Strategi ini membantu meningkatkan peluang konversi karena audiens telah memiliki ketertarikan awal terhadap produk yang Anda tawarkan. Dalam praktiknya, retargeting menjadi salah satu teknik yang paling efektif untuk mengurangi tingkat kehilangan calon pelanggan.
Contoh Implementasinya
Digital advertising dapat diterapkan dalam berbagai bentuk kampanye sesuai dengan tujuan pemasaran perusahaan. Setiap platform memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga strategi yang brand gunakan pun perlu mereka sesuaikan dengan target audiens serta jenis produk yang brand promosikan.
Berikut beberapa contoh digital advertising yang bisa Anda jumpai dalam aktivitas pemasaran sehari-hari.
1. Iklan Google Search
Ketika seseorang mencari kata kunci seperti “sepatu lari terbaik” atau “software akuntansi”, hasil pencarian paling atas biasanya merupakan iklan berbayar dari Google Ads.
Jenis digital advertising ini sangat efektif karena menjangkau pengguna yang memang sedang mencari solusi atau produk tertentu. Oleh sebab itu, Search Ads banyak brand gunakan untuk meningkatkan penjualan maupun memperoleh prospek bisnis (lead generation).
2. Iklan di Media Sosial
Promosi melalui Instagram Ads, Facebook Ads, TikTok Ads, maupun LinkedIn Ads merupakan salah satu contoh pemasaran digital yang paling populer saat ini.
Perusahaan dapat menampilkan iklan dalam bentuk gambar, video pendek, carousel, stories, hingga reels. Berkat kemampuan targeting yang detail, media sosial menjadi kanal yang efektif untuk membangun awareness sekaligus meningkatkan engagement dengan calon pelanggan.
3. Video Advertising di YouTube
Iklan yang muncul sebelum atau selama video YouTube diputar termasuk salah satu bentuk digital advertising yang banyak berbagai brand gunakan.
Selain meningkatkan jangkauan, video advertising memungkinkan perusahaan menyampaikan pesan yang lebih emosional melalui kombinasi visual, audio, dan storytelling. Format ini sering dimanfaatkan untuk peluncuran produk baru maupun kampanye branding berskala besar.
4. Banner Iklan pada Website
Banner yang muncul di portal berita, blog, atau website tertentu merupakan contoh display advertising. Iklan ini biasanya berupa gambar statis maupun animasi yang mengarahkan pengguna menuju website pengiklan ketika diklik.
Selain untuk memperkenalkan merek, banner digital juga banyak perusahaan gunakan dalam kampanye retargeting kepada pengguna yang sebelumnya pernah mengunjungi website perusahaan.
FAQ (Frequently Asked Question)
Ada banyak pertanyaan yang para pemasar tanyakan terkait media tersebut. Beberapa pertanyaan itu kami kurasi dan jawab di bawah.
1. Digital vs Online Advertising, Mana yang Lebih Efektif?
Digital advertising dan online advertising sering orang pikir memiliki arti yang sama, padahal keduanya berbeda. Online advertising secara khusus mengacu pada iklan yang membutuhkan koneksi internet, seperti Google Ads, media sosial, website, atau email marketing.
Sementara itu, digital advertising memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena mencakup seluruh media digital, baik yang memerlukan internet maupun yang tidak.
Sebagai contoh, iklan pada Digital Out-of-Home (DOOH), layar digital di pusat perbelanjaan, digital signage, hingga billboard LED masih termasuk digital advertising, meskipun tidak selalu bergantung pada interaksi internet dari pengguna.
Dengan kata lain, online advertising merupakan bagian dari digital advertising. alu, mana yang lebih efektif?
Jawabannya bergantung pada tujuan kampanye. Jika targetnya adalah menghasilkan klik, leads, atau penjualan secara langsung, online advertising umumnya lebih unggul karena memungkinkan pengguna langsung berinteraksi dengan iklan. Namun, jika perusahaan ingin meningkatkan jangkauan merek dalam skala besar, kombinasi antara online advertising dan media digital, seperti DOOH Advertising, lebih optimal.
2. Apa Bedanya Digital dan OOH Advertising?
Perbedaan utama antara digital advertising dan OOH advertising terletak pada media yang Anda gunakan. Digital advertising memanfaatkan berbagai platform digital seperti mesin pencari, media sosial, website, aplikasi, dan video streaming untuk menjangkau audiens secara personal.
Sebaliknya, OOH menggunakan berbagai jenis iklan luar ruang, seperti billboard, baliho, transit advertising, hingga street furniture untuk menjangkau masyarakat di ruang publik.
Dalam perkembangannya, batas antara keduanya semakin tipis dengan hadirnya Digital Out-of-Home (DOOH). Media ini menggabungkan kekuatan OOH advertising dengan teknologi digital melalui penggunaan layar LED atau digital signage.
Media tersebut mampu menampilkan konten dinamis, menjadwalkan materi iklan secara otomatis, bahkan terintegrasi dengan data kampanye digital.
Alih-alih memilih salah satu, banyak perusahaan kini menerapkan strategi omnichannel advertising, yaitu mengombinasikan digital advertising dan OOH advertising dalam satu kampanye. Pendekatan ini memungkinkan brand membangun awareness melalui media luar ruang sekaligus mendorong interaksi dan konversi melalui platform digital.
Hasilnya, pesan pemasaran menjadi lebih konsisten dan menjangkau pelanggan di berbagai titik perjalanan mereka (customer journey). Jika Anda tertarik, Anda bisa bekerjasama dengan perusahaan iklan OOH seperti StickEarn untuk membuat iklan online dan offline yang terintegrasi.
Kesimpulan
Digital advertising telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling efektif di era digital karena mampu membantu bisnis menjangkau audiens yang tepat. Berbagai format iklan, mulai dari search ads, social media ads, display ads, hingga video advertising, memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menyesuaikan strategi pemasarannya.
Namun, keberhasilan digital advertising tidak hanya bergantung pada pemilihan platform, tetapi juga pada pemahaman terhadap perilaku audiens, kualitas konten, dan evaluasi performa kampanye. Dengan mengombinasikan strategi digital yang tepat dan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan, bisnis dapat meningkatkan brand awareness dan mendorong penjualan.
Apabila Anda ingin memaksimalkan hasil kampanye pemasaran, menggabungkan digital advertising dengan media lain, seperti Digital Out-of-Home (DOOH) atau OOH, Anda bisa bekerjasama dengan kami. Konsultasikan kampanye Anda bersama StickEarn dengan klik banner di bawah atau hubungi kami di sini.

