Pernahkah Anda datang ke supermarket hanya untuk membeli satu barang, tetapi akhirnya keluar dengan kantong belanja yang jauh lebih penuh? Fenomena tersebut sering kali bukan terjadi secara kebetulan.
Di balik setiap display produk hingga layar digital yang menampilkan unlimited promo, terdapat In-Store Advertising yang brand gunakan sebagai strategi pemasaran untuk memengaruhi keputusan pembelian secara langsung. Dengan cara ini, brand bisa memengaruhi sekaligus meningkatkan impulse buying.
Bahkan, iklan yang Anda buat di dalam toko juga bisa meningkatkan kesadaran merek. Lantas, apa itu In-Store Advertising, bagaimana penerapan, dan cara mengukur keberhasilannya?
Apa Itu In-Store Advertising?
In-store advertising adalah strategi memasarkan produk yang memanfaatkan berbagai media promosi di dalam area toko atau store. Cara memasarkannya ialah dengan memberikan informasi produk agar brand bisa mendorong pembelian.
Bentuk strateginya juga beragama, mulai dari poster, digital signage, shelf talker, floor sticker, display khusus, hingga layar interaktif yang tampil di berbagai titik strategis dalam toko.
Berbeda dengan iklan OOH lainnya, in-Store Advertising bekerja ketika pelanggan sudah berada pada tahap akhir customer journey, yaitu fase mempertimbangkan hingga mengambil keputusan membeli. Oleh karena itu, strategi ini sering disebut sebagai cara paling efektif untuk memengaruhi keputusan pembelian real time.
Sebagian orang berpikir kala cara ini mirip dengan in-store promotion. Padahal, in store advertising dan in store promotion berbeda.
Apa Itu In-Store Promotion?
In-store promotion merupakan seluruh aktivitas promosi yang brand lakukan di dalam toko untuk meningkatkan penjualan dalam periode tertentu. Aktivitas ini dapat berupa potongan harga, program buy one get one, pemberian sampel produk, bundling, hingga demonstrasi produk secara langsung.
Sementara itu, In-Store Advertising lebih berfokus pada media komunikasi yang brand gunakan untuk menyampaikan pesan kepada targe konsumen. Meski demikian, in-store promotion membutuhkan media, in-store advertising, agar promosi dapat pengunjung ketahui.
Jenis In Store Advertising
Ada berbagai types of in-store advertising yang umum brand gunakan. Pemilihan jenis retail OOH ini iklan biasanya brand tersebut sesuaikan dengan karakteristik produk, target audiens, dan layout toko.
- Point of Purchase (POP) Display, yaitu display produk yang hadir di dekat area pembayaran atau lokasi dengan lalu lintas tinggi.
- Shelf Advertising, berupa label promosi, shelf stopper, atau shelf talker yang tampil pada rak produk untuk menarik perhatian pembeli.
- Digital Signage, yaitu layar digital yang menampilkan video promosi, katalog produk, maupun informasi penawaran terbaru secara dinamis.
- Floor Graphics, yaitu stiker lantai yang mengarahkan pelanggan menuju area tertentu atau memperkuat komunikasi visual suatu merek. Hal ini pernah Pepsodent lakukan bersama StickEarn di Transjakarta.
- End Cap Display, yaitu area promosi yang ditempatkan di ujung lorong supermarket sehingga lebih mudah terlihat oleh pengunjung.
Masing-masing media memiliki fungsi yang berbeda, tetapi tujuan utamanya tetap sama, yaitu meningkatkan visibilitas produk sekaligus membantu pelanggan mengambil keputusan pembelian dengan lebih cepat.
Mengapa In-Store Advertising Masih?
Meskipun pemasaran berkembang sangat pesat, in-store advertising tetap menjadi salah satu strategi penting untuk bisnis ritel. Alasannya, media ini menjangkau pelanggan ketika mereka memiliki niat membeli yang tinggi.
Berbagai penelitian industri menunjukkan bahwa banyak keputusan pembelian baru orang tentukan ketika sudah berada di dalam toko. Artinya, komunikasi yang harus brand lakukan pada tahap ini memiliki peluang lebih besar menghasilkan konversi daripada iklan yang hanya dilihat secara online.
Selain meningkatkan penjualan, media promosi di dalam toko juga mampu memperkuat pengalaman pelanggan. Iklan di mall yang menarik, informasi produk yang jelas, dan visual yang konsisten dapat menciptakan pengalaman belanja yang lebih nyaman dan meningkatkan persepsi positif terhadap brand.
Contoh In-Store Advertising
Memahami konsep in-store advertising akan lebih mudah Anda lakukan jika melihat bagaimana strategi ini brand tetapkan di berbagai jenis toko. Hampir setiap pusat perbelanjaan, supermarket, minimarket, hingga toko elektronik memanfaatkan media promosi di dalam toko untuk menarik perhatian pelanggan.
Tujuan utamanya bukan sekadar mempercantik area penjualan, melainkan mengarahkan perhatian konsumen terhadap produk prioritas, memperkenalkan produk baru, atau mendorong pembelian impulsif. Nah, berikut beberapa contoh dari iklan di dalam toko yang paling sering orang jumpai.
1. Digital Signage
Digital signage merupakan layar digital yang menampilkan video promosi, katalog produk, informasi diskon, maupun konten interaktif. Media ini banyak brand gunakan di supermarket modern, department store, toko elektronik, hingga pusat perbelanjaan.
Media ini memiliki daya tarik visual yang lebih tinggi karena dapat menampilkan animasi, video, maupun pergantian konten secara real time. Hal ini membuat pelanggan lebih mudah memperhatikan pesan yang disampaikan.
Selain meningkatkan pengalaman berbelanja, jenis tersebut juga memungkinkan retailer menyesuaikan materi promosi berdasarkan waktu, lokasi, atau perilaku pelanggan. Misalnya, menampilkan promosi makanan siap saji saat jam makan siang atau menawarkan produk seasional.
2. Point of Purchase (POP) Display
Point of Purchase (POP) Display adalah media promosi yang tampil di dekat area pembayaran atau lokasi dengan lalu lintas pengunjung yang tinggi. Display ini biasanya orang gunakan untuk menampilkan produk baru, produk musiman, atau barang dengan margin penjualan tinggi.
Penempatannya bukan tanpa alasan. Saat pelanggan mengantre di kasir, mereka cenderung memiliki waktu untuk melihat produk di sekitarnya. Kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya impulse buying yang tinggi.
Karena efektif menarik perhatian dalam waktu singkat, POP Display masih menjadi salah satu bentuk in-store advertising yang paling banyak brand gunakan.
3. Shelf Advertising
Shelf advertising merupakan media promosi yang tampil langsung pada rak produk. Bentuknya dapat berupa shelf talker, shelf stopper, label harga khusus, hingga informasi mengenai manfaat atau keunggulan produk tertentu.
Media ini berfungsi membantu pelanggan membandingkan produk ketika mereka sedang berada di depan rak. Selain memberikan informasi tambahan, Shelf Advertising juga membuat suatu produk lebih menonjol daripada kompetitornya yang berada pada rak yang sama.
Strategi ini sangat efektif diterapkan untuk kategori produk dengan banyak pilihan, seperti minuman, makanan ringan, kosmetik, atau kebutuhan rumah tangga, di mana keputusan pembelian sering kali ditentukan hanya dalam hitungan detik.
4. Floor Sticker dan Directional Graphics
Tidak semua media promosi harus tampil di rak atau dinding. Banyak retailer memanfaatkan area lantai sebagai media komunikasi melalui floor sticker atau directional graphics.
Floor sticker biasanya orang gunakan untuk mengarahkan pelanggan menuju area promosi tertentu, mengenalkan produk baru, atau memperkuat identitas kampanye pemasaran. Karena berada tepat di jalur pergerakan pengunjung, media ini mampu menarik perhatian tanpa mengganggu aktivitas berbelanja.
5. End Cap Display
End Cap Display adalah area promosi yang tampil di ujung lorong supermarket atau minimarket. Lokasi ini termasuk salah satu titik dengan visibilitas tertinggi karena hampir seluruh pelanggan melewati area tersebut ketika berpindah dari satu lorong ke lorong lainnya.
Brand biasanya memanfaatkan End Cap untuk memperkenalkan produk baru, menawarkan promo bundling, atau menampilkan produk yang sedang menjadi fokus kampanye.
Dengan penempatan yang strategis, jenis ini mampu meningkatkan kemungkinan pelanggan berhenti sejenak untuk melihat produk. Tidak mengherankan apabila banyak retailer menjadikan area itu sebagai ruang promosi premium.
Bagaimana Mengukur Iklan dalam Toko?
Keberhasilan strategi ini tidak hanya bisa Anda lihat dari tampilan media promosinya, tetapi juga dari dampaknya terhadap perilaku konsumen dan penjualan. Beberapa indikator yang umum untuk measurement campaign tersebut meliput:
1. Sales Uplift
Salah satu cara paling sederhana ialah membandingkan penjualan sebelum dan sesudah kampanye berlangsung. Jika penjualan meningkat setelah media promosi terpasang, hal tersebut menunjukkan bahwa iklan di dalam toko berhasil mendorong keputusan pembelian pelanggan.
2. Foot Traffic
Foot traffic mengukur jumlah pengunjung yang datang ke toko atau area tertentu. Data ini membantu bisnis memahami apakah media promosi berhasil menarik lebih banyak perhatian dan meningkatkan kunjungan pelanggan.
3. Tingkat Konversi
Selain jumlah pengunjung, bisnis juga perlu melihat berapa banyak pelanggan yang akhirnya melakukan pembelian. Tingkat konversi menunjukkan seberapa efektif in-store advertising dalam mengubah minat pelanggan menjadi transaksi.
4. Analisis Berbasis Data
Saat ini, efektivitas kampanye dapat Anda ukur lebih akurat melalui teknologi analitik, seperti data Point of Sale (POS), sensor pengunjung, atau dashboard pengukuran kampanye. Insight tersebut membantu bisnis mengevaluasi performa media promosi sekaligus menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat di masa mendatang.
FAQ Seputar In-Store Advertising
Setelah memahami pengertian, contoh, manfaat, hingga cara mengukur in-store advertising, masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait strategi pemasaran ini. Berikut beberapa pertanyaan dan jawabannya agar Anda lebih paham soal in-store secara menyeluruh.
1. Apakah in-store advertising sama dengan OOH?
Tidak. In-store advertising dapat Anda lakuka di dalam area toko atau pusat perbelanjaan untuk memengaruhi keputusan pembelian pelanggan yang sudah berada di lokasi. Sementara itu, OOH Advertising adalah media luar ruang yang menjangkau audiens di ruang publik.
Contoh OOH, di antaranya billboard, LED, transportasi umum, atau media luar ruang lainnya. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam customer journey, yaitu membangun awareness sebelum pelanggan datang ke toko dan mendorong pembelian saat mereka berada di lokasi penjualan.
2. Mengapa in-store advertising masih efektif di era digital?
Meskipun pemasaran digital terus berkembang, in-store advertising tetap relevan karena menjangkau konsumen pada tahap akhir proses pembelian. Media promosi di dalam toko membantu meningkatkan visibilitas produk, memperkuat pengalaman berbelanja, serta mendorong pelanggan mengambil keputusan pembelian secara langsung.
Kesimpulan
Di tengah persaingan bisnis ritel yang semakin padat, In-store Advertising tetap menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen di toko. Melalui berbagai media promosi, seperti Digital Signage Advertising di mall, POP display, hingga floor sticker, brand dapat meningkatkan visibilitas, pengalaman berbelanja, dan penjualan.
Penerapan In-store Advertising juga perlu Anda dukung dengan pengukuran yang tepat. Salah satunya dari jumlah pengunjung agar dapat menjadi indikator untuk mengevaluasi efektivitas kampanye dan menyusun yang lebih baik di masa mendatang.
Jika Anda ingin menghadirkan campaign advertising yang tidak hanya menarik perhatian, Dengan pendekatan berbasis data, Anda dapat mengambil keputusan pemasaran yang lebih efektif sekaligus memaksimalkan hasil investasi iklan.

