Pernah melihat seseorang memberikan penilaian lengkap tentang suatu produk di marketplace, kemudian menemukan pelanggan lain membagikan pengalaman positifnya di media sosial? Aktivitas tersebut sering orang sebut sebagai review dan testi yang dianggap sama karena aktivitas yang orang lakukan.
Namun sebetulnya, kedua hal tersebut berbeda. Review cenderung memberikan penilaian yang lebih objektif, sedangkan testimoni biasanya menonjolkan pengalaman dan kepuasan pelanggan terhadap suatu produk atau layanan. Lilach Bullock mengungkapkan bahwa review merupakan suatu kritik atau evaluasi dengan memberikan analisis mendalam mengenai keseluruhan suatu produk atau layanan.
Dengan melakukan review, para pelaku usaha dapat mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik. Pertanyaannya ialah apa saja perbedaan review dan testimoni? Mengapa keduanya dianggap sama?
Pengertian Review
Source: Freepik – Apa yang dimaksud review perusahaan.
Ketika membeli produk atau menggunakan layanan, konsumen biasanya memiliki kesempatan untuk memberikan penilaian, kritik, maupun saran. Tanggapan tersebut dapat disebut sebagai review.
Dalam aktivitas pemasaran, review produk dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai pengalaman konsumen. Isinya dapat mencakup kelebihan, kekurangan, kualitas, hingga hal-hal yang perlu diperbaiki dari produk atau layanan.
Review juga dapat menjadi sumber informasi bagi calon konsumen sebelum melakukan pembelian. Di sisi lain, bagi bisnis, review dapat brand gunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk maupun layanan.
Pengertian Testimoni
Adapun media pemasaran lainnya yang sering sebagian orang anggap sama dengan review, yaitu testimoni. Meski seputar tanggapan atau penilaian terhadap produk atau jasa, testimoni memiliki definisi yang berbeda.
Hubspot mengemukakan bahwa testimoni adalah dukungan jujur terhadap produk atau layanan yang Anda tawarkan berupa pernyataan singkat yang bersifat positif. Hal tersebut untuk menunjukkan keunggulan dan dampak kepada konsumen yang merasa puas dengan produk atau layanan.
Testimoni biasanya dibuat oleh konsumen yang memiliki sudut pandang positif mengenai produk atau layanan. Dengan begitu, keunggulan dari produk atau layanan tersebut dapat lebih terlihat oleh calon konsumen lainnya.
Perbedaan Review dan Testimoni
Dengan adanya review dan testimoni mengenai produk atau layanan, maka dapat mempengaruhi prospek yang mendukung kemajuan suatu perusahaan. media pemasaran ini sangat kuat dalam membangun visibilitas suatu merek dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Banyaknya review dan testimoni terhadap suatu produk atau layanan dapat mempengaruhi persepsi pasar. Untuk itu, Anda perlu mengetahui perbedaannya secara lebih spesifik di bawah ini.
1. Tujuan
Sebagai media pemasaran, review tidak bermakna sama dengan opini. Dalam review, tanggapan akan Anda buat berdasarkan fakta dengan sudut pandang yang objektif.
Tujuan dari review ini untuk memberikan informasi dan gambaran dari sebuah produk atau karya kepada pihak perusahaan, hingga referensi bagi calon konsumen. Di dalamnya dapat dicantumkan kritik dan saran yang bermanfaat bagi berbagai pihak.
Sedangkan, testimoni merupakan media pemasaran yang memiliki pengaruh besar untuk memberikan kepercayaan kepada calon konsumen. Hal ini didukung dengan informasi kepuasan mengenai produk atau layanan dari sudut pandang konsumen.
Tujuan dari testimoni adalah untuk menunjukkan kepada calon konsumen mengenai kepuasan konsumen. Hal tersebut juga mendorong keputusan calon konsumen mengenai produk atau layanan.
2. Karakteristik Utama
Penggunaan review dan testimoni dalam memberikan tanggapan terhadap produk atau layanan memiliki karakteristiknya tersendiri. Hal tersebut didukung dari bentuk, sudut pandang, dan isi dari tanggapan.
review biasanya dibuat dengan cukup panjang dan rinci. Isi dari review produk atau layanan mencakup kelebihan, kekurangan hingga kritik dan saran dari konsumen.
Untuk tanggapan yang lebih singkat dan personal dapat Anda temukan pada testimoni. Testimoni biasanya konsumen buat menggunakan pendekatan yang positif, singkat, dan personal sebagai bukti keunggulan produk atau layanan yang ditawarkan.
3. Tempat Muncul
Perbedaan review dan testimoni juga dapat Anda lihat dari tempat keduanya muncul. Meskipun saat ini kegiatan itu bisa Anda temukan di berbagai platform digital, bentuk dan konteks penyampaiannya dapat berbeda.
Review lebih sering muncul di tempat yang memang menyediakan fitur penilaian atau ulasan, seperti marketplace, Google, aplikasi layanan, maupun platform khusus review. Konsumen biasanya memberikan rating sekaligus menuliskan pengalaman mereka saat menggunakan produk atau layanan.
Sementara itu, testimoni lebih fleksibel. Testimoni dapat muncul melalui media sosial, website resmi brand, landing page, hingga konten yang pelanggan atau influencer buat. Brand juga dapat menampilkan kembali testimoni pelanggan sebagai bagian dari materi pemasaran.
Contohnya, ketika konsumen memberikan rating dan menjelaskan kualitas sebuah produk di halaman marketplace, tanggapan tersebut lebih tepat disebut sebagai review. Namun, ketika pelanggan membagikan pengalaman positif menggunakan produk melalui Instagram Story dan kemudian diunggah kembali oleh brand, konten tersebut dapat menjadi bentuk testimoni.
4. Pengaruh dalam Strategi Pemasaran
Pada tahun 2021, brightlocal memaparkan bahwa banyak orang yang membaca review, bahkan meningkat sebanyak 77% dibandingkan tahun 2020, yaitu sebanyak 60%. Hal tersebut membuktikan bahwa banyak orang yang mempercayakan review sebagai acuan mereka untuk membeli atau menggunakan produk atau layanan.
Penyampaian review positif dan negatif dapat memberikan pengaruh bagi berbagai pihak. Perusahaan yang responsif terhadap review juga dapat mengelola kritik dan saran terhadap produknya menjadi lebih baik.
Sedangkan, sebagai media pemasaran, testimoni memiliki dampak yang besar terhadap penggunaan produk atau layanan yang akan calon konsumen gunakan. Dengan gambaran yang mereka berikan itu berdasarkan keunggulannya, maka dapat menjadi daya tarik yang erat bagi calon konsumen.
Tak hanya itu, dengan keunggulan yang konsumen sampaikan dalam testimoni juga dapat menggambarkan kepuasan konsumen. Hal tersebut mendorong kepercayaan calon konsumen lainnya.
Contoh Review dan Testimoni
Source: Freepik – Contoh penggunaan review dan testimoni.
Ketika melakukan pembelian produk atau layanan, review dan testimoni dapat membantu dalam memberikan informasi kepada calon konsumen. Meski sering orang anggap sama, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Agar lebih jelas bedanya, simak kalimat menarik untuk membuat review dan testimoni. Apa sajakah contoh testi dan review?
1. Contoh Review
Perkembangan teknologi memudahkan akses informasi melalui review untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu produk atau layanan. Biasanya produk atau layanan dapat di review di platform yang beragam, seperti Google, dan media sosial seperti, YouTube, Instagram, dan TikTok sebagai sebuah konten.
Berikut ini contoh review yang biasanya para pengulas lakukan untuk konten produk makanan dan minuman.
- Nama Produk: Burger Ayam Keju Spesial
- review Oleh: Icha
- Penilaian: 4.5/5
- Deskripsi Produk:
Kemasan produk sangat menarik dan praktis. Bungkus burger ini dirancang agar mudah dibuka tanpa membuat isi burger berantakan. Begitu membuka kemasan, aroma keju dan patty panggang langsung menggugah selera dengan rasa patty ayam yang juicy, keju cheddar meleleh, selada segar, tomat, dan saus spesial yang memberikan rasa unik.
Namun, terdapat sedikit kekurangan pada roti bun yang terasa agak kering jika saya makan tanpa isian. Mungkin akan lebih baik jika rotinya lebih buttery atau Anda panggang sedikit lebih lama.
Burger ini cocok untuk pecinta burger yang mencari rasa klasik dengan sentuhan unik. Akan lebih nikmat jika Anda santap bersama kentang goreng dan minuman dingin seperti es teh atau soda.
2. Contoh Testimoni
Testimoni konsumen audiens berikan untuk menunjukkan kualitas produk atau layanan. Melalui pengalaman langsung, konsumen dapat memberikan ulasan yang positif.
Berikut ini salah satu contoh testimoni yang baik yang bisa bisa konsumen berikan untuk suatu brand. Dalam hal sebagai contoh di bawah ialah testimoni untuk layanan pesan antar makanan:
“Layanan A sangat memuaskan. Saya pernah memesan makanan saat hujan deras, tetapi pesanan tetap datang tepat waktu. Kurir juga responsif ketika saya hubungi melalui aplikasi dan makanan tiba dalam kondisi hangat serta rapi. Sejak saat itu, saya jadi lebih sering menggunakan layanan A.” – Icha, 35 tahun, Surabaya.
Testimoni tersebut menunjukkan pengalaman pelanggan secara personal sekaligus menyebutkan manfaat yang konsumen dapatkan. Dengan begitu, calon konsumen dapat memperoleh gambaran mengenai kualitas layanan dari sudut pandang pengguna.
Dapatkan Review dan Testi yang Positif!
Review dan testimoni sama-sama memiliki peran penting dalam membangun brand trust. Review membantu calon pelanggan memahami produk secara lebih objektif, sedangkan testimoni dapat memperkuat keyakinan melalui pengalaman positif pelanggan lain.
Karena itu, brand perlu memberikan pengalaman produk dan layanan yang baik agar pelanggan terdorong memberikan review maupun testimoni secara natural. Keduanya kemudian dapat Anda sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk membangun kredibilitas dan menarik lebih banyak calon konsumen.
Selain mengoptimalkan pengalaman pelanggan, brand juga dapat memperkuat awareness secara luas. Salah satunya dengan memanfaatkan iklan luar ruang atau Out-of-Home (OOH) Advertising StickEarn.
Ingin mengetahui bagaimana OOH dapat mendukung strategi pemasaran brand Anda? Pelajari berbagai solusi iklan OOH StickEarn dengan klik banner di bawah!


